Tampilkan postingan dengan label Tips dan Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips dan Info. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Juli 2015

Bangka Botanical Garden (BBG) sebagai salah satu bekas lahan tambang yang dijadikan Ekowisata

Hai Sobat, kali ini kami akan membagikan fakta-fakta Seputar Bangka Botanical Garden (BBG).
siapa yang tidak kenal dengan Bangka Botanical Garden (BBG) salah satu icon agrowisata favorit di Bangka Belitung. Di pulau Bangka, kota Pangkalpinang khususnya, BBG telah menjadi salah satu daerah tujuan wisata andalan dan selalu ramai dikunjungi wisatawan. Kawasan agrowisata ini meruapakan area hijau seluas 300 hektar. nah berikut adalah fakta-fakta dari Bangka Botanical Garden (BBG) :

1. Bangka Botanical Garden (BBG) merupakan area bekas pertambangan Timah yang di ubah menjadi lahan subur dengan fasilitas pertanian, peternakan, dan perikanan. 

2. PT Dona Kembara Jaya adalah perusahaan yang mereklamasi lahan tandus tersebut yang kemudian menjadi lahan subur untuk ditumbuhi tanaman sebagai bagian dari Corporat Social Responsibility (CSR) mereka.

3. Peternakan sapi merupakan usaha awal untuk mengembalikan kondisi tanah di BBG . Kotoran sapi tersebutlah yang digunakan oleh para ahli di BBG untuk menyuburkan tanah dan memperbaiki pH-nya.

4. Setelah keberhasilan peternakan Sapi untuk menyuburkan lahan, dikembangkanlah pertanian dan perikanan diatas lahan tersebut.

5. Pohon Cemara Dan Pucuk Merah merupakan tanaman yang ditanam di sepanjang jalan menuju tempat utama dari Bangka Botanical Garden (BBG)

6. Bangka Botanical Gargen memiliki 14 kolam ikan berbagai jenis mulai ikan mas, nila, kakap putih, dan patin.

7. BBG mempunyai ratusan sapi penghasil susu dan juga sapi potong dari beberapa ras unggul, Ada sapi perah Friesland Holstein yang berasal dari daerah Holland dan Friesland, Sapi pedaging Limousin yang berasal dari daerah Limousin dan Marche di Perancis. Lalu ada sapi pedaging Black Angus berasal dari daerah Aberdeenshire dan Angus di negara Skotlandia. Untuk ras lokal, BBG mengambil dari ras sapi Bali.

8. Konsep yang digunakan oleh BBG untuk pengolahan lahan disebut dengan zero waste. Zero waste memanfaatkan siklus daur ulang dari semua produk. Misalnya kotoran dari sapi digunakan sebagai pupuk kompos untuk menyuburkan tanah. Tanah subur ini kemudian digunakan sebagai media tanam untuk varietas rumput bernama Rumput Gajah.

9. BBG juga menghasilkan pupuk kompos sekitar 4 ton per hari.

10. Selain menghasilkan susu dan daging, Dari kegiatan pertaniannya juga BBG menghasilkan berbagai jenis sayur-sayuran dan buah-buahan

11. Terdapat area olahraga memancing dan wisata kuda juga di BBG

12. BBG menjual berbagai produk pertanian dan peternakan di kafe yang ada di kawasa BBG

13. Terdapat Green House yang berfungsi sebagai tempat pemeliharaan bibit dan tunas.

Nah teman-teman selain hal-hal di atas masih banyak lagi fakta-fakta menarik seputar BBG tersebut.
BBG memberikan pesan kepada pengunjungnya untuk memperlakukan sumber daya alam serta lingkungannya secara bertanggung-jawab dan dengan cara yang sealami mungkin. dengan tekad yang kuat maka hal apapun akan dapat tercapai. So, jangan lupa lestarikan lingkungan kita ya !


Selasa, 07 Juli 2015

Agar Tidak Mencemari Lingkungan, Bagaimana Cara Mengelola Sampah Dengan Baik?



Saat ini bisa kita jumpai pencemaran yang satu ini. Sampah dimana-mana merajalela. Alih-alih terbuang di tempat sampah yang seharusnya, sampah-sampah tersebut justru berserakan dimana-mana, entah di pekarangan, di lingkungan sekolah, jalanan, atau fasilitas-fasilitas umum lainnya. Volume sampah pun makin meningkat dari waktu ke waktu, seiring meningkatnya kebutuhan manusia untuk hidup sehingga sampah yang dihasilkan dari pemenuhan kebutuhan tersebut makin meningkat pula. Sampah pun tidak terkelola dengan baik dimana saat membuangnya, masyarakat masih membuangnya sembarangan, tidak dibedakan sesuai jenis sampahnya. Sedikit saja yang didaur ulang kembali menjadi barang-barang yang lebih bermanfaat, selebihnya dibiarkan begitu saja. Padahal, sampah-sampah yang berserakan tidak terkendali di lingkungan sekitar menjadi salah satu penyebab terjadinya pencemaran lingkungan yang makin parah dewasa ini. Lalu, bagaimana caranya agar sampah-sampah tersebut dapat dikelola dengan baik? Berikut tipsnya:
1.       Jangan coba-coba membuang sampah sembarangan. Buanglah sampah pada tempat yang sudah disediakan. Masak iya, sudah disediakan tempat sampah tapi masih saja membuang sampah ke pot bunga, pekarangan, selokan, sungai, atau tempat-tempat bukan tempat sampah lainnya, yang akibatnya hanya akan mengganggu keindahan lingkungan serta mengakibatkan bencana seperti banjir yang diakibatkan tesumbatnya aliran air karena sampah-sampah tersebut? Kalau tidak bisa dan hanya bisa membuang sampah? Ya, jangan membuang sampah jika tidak bisa membuangnya.
2.       Pisahkan sampah sesuai jenisnya. Sampah pada umumnya digolongkan menjadi dua, yaitu sampah organik (sampah yang berasal dari sisa-sisa makhluk hidup dan terurai dengan waktu singkat seperti sampah dedaunan, bekas makanan, dan sebagainya) dan sampah anorganik (sampah yang berasal dari sisa-sisa non makhluk hidup dan butuh waktu lama untuk terurai seperti botol-botol plastik, serpihan kaca, kaleng-kaleng, dan sebagainya). Beberapa pihak juga mengklasifikasikan sampah dalam berbagai jenis lainnya, seperti B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya) dan sebagainya. Sampah juga bisa dipisahkan antara yang bisa didaur ulang dan tidak bisa didaur ulang agar lebih mudah mendaur ulangnya menjadi barang yang lebih berguna.
3.       Lakukan gerakan 4R, yaitu Reduce (mengurangi penggunaan benda-benda pakai agar tidak banyak yang menjadi sampah, misalnya mengurangi penggunaan kantong plastik saat berbelanja agar tidak menumpuk menjadi sampah), Reuse (memakai kembali barang yang harusnya sudah tidak terpakai tapi masih dimungkinkan dipakai kembali, misalnya menggunakan kaleng cat untuk pot bunga), Recycle (mendaur ulang barang yang sudah tidak terpakai menjadi barang yang berguna, misalnya membuat tas dari bungkus-bungkus mi bekas), dan Replace (mengganti barang yang dipakai sekali saja dengan barang yang bisa dipakai berulang-ulang, misalnya mengganti bungkus plastik saat membeli makanan di kantin sekolah dengan wadah plastik yang bisa dipakai berulang-ulang).
4.       Masih ada hubungannya dengan gerakan replace tadi, alau belanja di mall, pasar, atau dimanapun, sebaiknya bawa tas kantong belanja sendiri, jadi tak mesti selalu menerima kantong plastik dari toko tersebut. Kenapa? Sebagian besar kantong plastik tersebut berakhir menjadi sampah.
5.       Kalau yang ini masih ada hubungannya dengan gerakan recycle. Hasil karya daur ulang sampah menjadi barang-barang berguna bisa dijual kembali dengan keuntungan yang lebih besar. Misalnya, memanfaatkan botol bekas untuk dijadikan berbagai hiasan rumah untuk selanjutnya dijual dengan harga yanglebih menguntungkan. Sampah-sampah basah seperi sisa sayuran, buah-buahan, dan dedaunan bisa diolah menjadi pupuk kompos yang bisa dipakai untuk tanaman-tanaman pertanian atau apotek hidup kamu. Jadi, tanaman-tanaman tersebut bisa tumbuh sehat dengan sampah-sampah yang ada tersebut.
6.       Jika membeli suatu barang, pilihlah barang yang bungkusnya sedikit, jangan banyak-banyak. Kenapa? Sering suatu barang/produk dibungkus berlebihan dan menjadi sampah.
7.       Belilah produk yang bisa diisi ulang, karena akan mengurangi sampah bekas kemasannya. Misalnya, membeli isi ulang pulpen untuk diisi ke dalam pulpen yang sudah habis daripada membeli pulpen baru.
8.       Jika untuk berpergian kemanapun, entah ke kantor, sekolah, atau jalan-jalan, jangan beli air kemasan  dalam botol atau gelas sekali pakai. Selain mencemari lingkungan, apabila dipakai berulang kali akan membahayakan kesehatan karena senyawa berbahaya yang terkandung dalam botol atau gelas tersebut. Lebih baik beli saja botol permanen yang bisa diisi ulang airnya berulangkali tanpa beli botolnya lagi.
9.       Jika hendak bertamasya atau berwisata ke suatu tempat, lebih baik bawa kantong sampah sendiri, pasalnya kadang tempat wisata itu tidak menyediakan tempat sampah. Bawa saja sampah-sampah tersebut jika sudah menemukan tempat sampah atau bawa saja sampah itu ke rumah, jangan ditinggalkan di tempat wisata tersebut.
10.   Ingatkan secara tegas jika memergoki orang yang sering membuang sampah sembarangan dan jelaskan akibat dari membuang sampah sembarangan tersebut.
11.   Sediakanlah tempat sampah dengan jumlah yang cukup di rumah dan kantor. Jadi, bisa leluasa untuk membuang sampah pada tempatnya.
12.   Jika sedang malas, tinggal bungkus saja sampah yang ada di kantong plastik dan buang di tempat yang benar dan nantinya akan diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA).
13.   Buanglah sampah-sampah plastik, kertas, dan botol dengan cara mulia, yaitu menyerahkannya pada pemulung. Secara tak langsung, kamu membantu pemulung agar tidak perlu mengais-ngais sampah di gunungan sampah demi mencari nafkah untuk menyambung hidup.
14.   Cucilah tangan dengan sabun setelah membuang sampah, karena sampah banyak mengandung kuman, sehingga perlu membersihkan tangan dengan sabun untuk menghilangkan kuman penyakit tersebut.
15.   Yang paling penting dari semua yang telah dijelaskan diatas yaitu, mulailah untuk membangun kesadaran dari diri sendiri untuk mengelola sampah-sampah yang ada di sekitar kita, lalu tumbuhkan kesadaran keluarga, lingkungan sekitar, dan kalau semua itu tidak dilakukan sekarang kenapa mesti nanti?
Sumber:
http://mulanovich.blogspot.com/2013/10/jenis-jenis-sampah.html Diakses pada 2 Juli 2015, pukul 11.56 WIB.
http://rizkyarya48.blogspot.com/. Diakses pada 7 Juli 2015, pukul 12.01 WIB.

*jangan lupa titip komentar di bawah ya* :)