Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Juli 2015

Kelestarian alam Bangka yang semakin memprihatinkan

Kelestarian alam Bangka yang semakin memprihatinkan


Indonesia merupakan  Negara yang kaya akan barang tambang, hal tersebut disebabkan oleh  faktor wilayah Indonesia yang dilalui oleh jalur persebaran gunung api dunia. Barang tambang di Indonesia tersebar secara tidak merata artinya ada satu jenis atau lebih barang tambang yang dapat ditemui di suatu daerah, dan barang tambang tersebut tidak dapat ditemui di daerah lain. Salah satunya keberadaan barang tambang timah di Bangka Belitung. Bangka Belitung menjadi penghasil barang tambang timah terbesar di Indonesia maupun Dunia, Timah biasanya di manfaatkan oleh penduduk sebagai sumber mata pencaharian mereka, biasanya masyarakat menyebutnya TI (Tambang Inkonvensional). Dengan peralatan yang sederhana masyarakat dapat melakukan kegiatan penambangan timah tersebut, Pulau Bangka dalam setahun terakhir makin memprihatinkan hal tersebut diakibatkan oleh semakin meningkatnya kegiatan penambangan yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan serta ketidakpedulian untuk mereklamasi lahan bekas penambangan. Awalnya penambangan timah hanya dilakukan di daratan saja namun seiring berjalannya waktu kini penambangan timah sudah merambah ke dasar laut yang biasa disebut TI Apung oleh masyarakat setempat. Kondisi ini tidak hanya menyisakan kolong-kolong,limbah bahan bakar  dan padang pasir saja, tetapi kerusakan lainnyapun sudah mulai terjadi baik didarat maupun di laut. Apabila tidak di tanggulangi maka akan semakin beresiko bagi kelestarian alam di sekitarnya, nasib untuk masa depan pun tidak akan terjamin, oleh karena itu peran dan sikap masyarakat dan pemerintah sangat diperlukan dalam mengatasi hal tersebut, Masyarakat juga harus mendukung apa yang dilakukuan pemerintah, seperti tidak melakukan penambangan ilegal walaupun itu dapat mengakibatkan turunnya perekonomian masyarakat atau bisa juga masyarakat boleh melakukan penambangan namun, masyarakat juga harus bertanggung jawab atas apa yang dilakukan,dengan melakukan reklamasi terhadap bekas lahan penambangan timah yang mereka gunakan. Seperti menimbun kembali lahan eks tambang atau menggunakan lahan Eks tambang sebagai sarana lain selain itu Peran pemerintah sudah jelas melalui UU yang berlaku, hanya saja aparatnya yang harus bertindak tegas dan tak pandang bulu atas penambang timah ilegal yang dapat merusak lahan lebih luas. Kegiatan Reklamasi bekas pertambangan timah sebaiknya dilakukan secepat mungkin pada lahan bekas penambangan yang telah selesai dieksploitasi, walaupun kegiatan penambangan tersebut secara keseluruhan belum selesai Hal tersebut dilakukan agar bekas lahan penambangan yang sudah rusak tidak ditambah rusak kembali saat masyarakat melakukan penambangan timah dikawasan yang sudah digunakan. Cara mereklamasi bekas pertambangan timah yaitu dapat dilakukan dengan berbagai macam, seperti menimbun ulang lubang-lubang bekas penambangan, menjadikan tempat Eks tambang timah sebagai tempat tambak ikan, sebagai tempat pemancingan ikan, dan kolam persediaan air. Lahan-lahan bekas penambangan timah yang tandus dapat ditanami dengan berbagai macam tanaman seperti tanaman sawit, di bangun perumahan, lapangan golf. Apabila upaya reklamasi tersebut dilaksanakan maka keseimbangan lingkungan akan tetap terjaga.

Minggu, 05 Juli 2015

Artikel : “Ayo Selamatkan Bumi kita”

“Ayo Selamatkan Bumi kita”
               
Hampir seluruh masyarakat dari berbagai kalangan mulai merasa risih terhadap pemanasan global yang terjadi di seluruh belahan dunia, walaupun masih  ada sedikit orang yang masih merasa enjoy dan kurang peduli. Masyarakat harus bersatu dan berupaya untuk mengurangi pemanasan global tersebut yang terjadi akibat Efek rumah kaca tersebut.

Pemanasan Global (Global Warming) ini terjadi karena menipis lapisan ozon oleh Gas Freon (CFC) yang dihasilkan oleh AC yang digunakan oleh manusia , sehingga sinar matahari dapat menembus langsung ke bumi, selain itu pemanasan global ini juga terjadi akibat menebalnya gas Co2 yang memerangkap panas bumi.

Diperkirakan, sudah ada ribuan orang yang meninggal dunia di India akibat dari pemanasan global ini. Selain itu sudah terjadi pembesaran lubang ozon di antartika dan kutub utara. Bayangkan saja jika es di kutub utara  mencair, tidak hanya panas yang kita dapat tapi pulau-pulau kita juga akan tenggelam.

Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk meminimalisir pemanasan global tersebut antara lain
                1. Mengurangi pemakaiaan AC
                2. Mengurangi Pembakaran
                3. Bahan bakar kendaraan beralih ke pertamax
                4. Melakukan Reboisasi
                5. Tebang pilih agar tidak banyak pohon yang ditebang sia-sia
               
Dengan melakukan beberapa hal tersebut oleh setiap orang dikalangan masyarakat di seluruh dunia, dapat dipastikan pemanasan global akan berkurang. Dan resiko yang tidak diharapkan pun dapat teratasi.

Jika semua orang dapat melakukan hal tersebut banyak hal-hal positif yang akan kita dapatkan
1. Adanya AC alami, yang dimaksud adalah kesejukan dan kenyamanan yang kita dapatkan langsung dari alam , bukan dari AC pabrik yang masih memerlukan listrik.
2. Keindahan alam, dengan banyaknya pohon-pohon dapat menjadikan dunia terasa indah bila di lihat dari sudut manapun.
3. Terhampar luas area bermain para hewan, hal ini penting karena untuk menjaga kelestarian dan ekosistem.
4. Tubuh menjadi sehat dan bugar, berkurangnya polusi udara, otomatis penyakit yang disebabkan dari udara juga berkurang, karena kita menghirup udara yang bersih.
5.Terciptanya solidaritas yang tinggi  yang memunculkan  rasa kebersaan setipa orang

Tidaklah sulit untuk membangun hal-hal tersebut oleh setiap orang karena pada dasarnya manusia adalah mahluk sosial, lalu bagaimana cara agar setiap orang dapat melakukan hal tersebut? Ada tiga hal yang harus terpenuhi ;

1. Terjalinnya hubungan baik antara masyarakat dan pemerintah , hal ini penting karena diperlukan kepatuhan dan ketaatan, bagi diri kita terhadap pemirintah . yakinlah bahwa setiap apapun yang dilakukan oleh pemerintah  itu adalah baik bagi kita semua. Berhentilah mengkritik /mengomentari pemerintah  tapi komentarilah diri kita sendiri  dan tanyakan apa yang telah kita lakukan untuk diri kita dan orang lain.
2. Pemerintah harus membuat program-program yang bersifat memaksa, hal ini juga harus  dilakukan pemerintah sebagai kebijakan dari pemerintah karena seperti yang kita ketahui bahwa setiap orang  memiliki sikap malas  dan rasa enggan dalam melakukan sesuatu. Oleh karena itu, jika ada program dari pemerintah,yang bersifat memaksa maka dapat menekan sifat malas dan rasa  enggan yang kita miliki
3. Adanya kesadaran dan niat yang kuat dari diri kita, hal ini adalah hal terpenting yang harus terpenuhi karena walaupun dua hal di atas sudah terpenuhi tapi tidak akan efektif jika hal ini terpenuhi, jadi kesadaran dan niat itu terpenting bagi kita. Bila kita tidak sadar, maukah kita disebut awam ? yang tidak memiliki   kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Dan kita juga harus punya niat yang kuat . ingatlah apapun dapat kita lakukan jika tidak ada niat.

Nah marilah kita bersama-sama memulai untuk menjaga lingkungan kita dan selamatkan bumi kita, kalu bukan kita yang menyalamatkan  bumi kita, Siapa lagi ? dan kalu bukan sekarang, kapan lagi ?
Janganlah menunda-menunda lagi. Hal baik  sekecil apapun yang kamu lakukan sangatlah berarti bagi kita semua.



Sabtu, 04 Juli 2015

Yuk Lihat Dampak Yang Datang Dari Pertambangan di Bangka Bagi Lingkungan!



Jika kalian mendengar kata “Bangka Belitung”, maka bisa dipastikan bahwa kata-kata yang terlintas di benakmu adalah “daerah penghasil timah”. Ya, anggapan kalian benar. Bangka Belitung memang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil timah terbesar di Indonesia, dan sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidupnya dari butir-butir kecil hitam ini. Masyarakat Bangka Belitung, khususnya Pulau Bangka pun sejahtera karena adanya pertambangan timah, meski tak bisa dipungkiri saat ini perekonomian masyarakat Bangka lesu karena anjloknya harga timah di pasaran, ditambah ketersediaan timah yang semakin hari semakin tipis di Bangka sehingga daya beli masyarakat, terutama menjelang Lebaran dan tahun ajaran baru turun. Nah, pertambangan timah di Bangka dilakukan oleh hampir seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pertambangan rakyat yang dilakukan di tambang-tambang inkonvensional hingga pertambangan yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan pertambangan. Kegiatan pertambangan sendiri berlangsung dimanapun, bahkan di hutan (dimana pohon hutan tersebut telah ditebang sebelumnya) dan daerah pantai. Kegiatan pertambangan di Bangka sendiri berdampak pada lingkungan hidup yang berakibat pada kerusakan lingkungan yang parah di Bangka.
Jika Pulau Bangka dilihat dari udara, maka akan terlihat sungai-sungai yang dahulunya jernih namun kini airnya memutih seperti susu akibat tercemar kegiatan pertambangan karena membawa air dan lumpur dari lokasi TI. Kolong-kolong dan lubang-lubang bekas galian (lubang camuy) yang menganga sangat lebar dan menyebar dimana-mana. Lubang-lubang galian tersebut ditinggalkan begitu saja oleh para pemilik tambang dan tidak ada upaya mereklamasi lahan-lahan bekas tambang tersebut. Air lubang tambang yang juga menampung air hujan mengandung berbagai logam berat yang merembes ke sistem air dan bisa mencemari air tanah sekitar. Lubang-lubang ini terisi air hujan dan menjadi tempat subur perkembangan nyamuk anopheles penyebab malaria dan chikungunya merajalela. Tanah-tanah bekas tambang pun kehilangan zat hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman sehingga membutuhkan waktu yang lama agar fungsi tanah dapat kembali seperti semula. Aktivitas tambang juga mengakibatkan pencemaran air permukaan dan perairan umum. Kerusakan cagar alam terjadi, dan pemulihannya perlu waktu setidaknya 150 tahun dengan suksesi alami.
Pemanfaatan hutan dan laut secara serampangan oleh para penambang juga mengakibatkan rusaknya ekosistem hutan dan laut. Hilangnya ekosistem hutan akibat pertambangan menghilangkan fungsi ekosistem hutan sebagai pertukaran energi, siklus hidrologi, rantai makanan makhluk hidup, mempertahankan keanekaragaman hayati, daur nutrien, dan pengontrol pencemaran sehingga sistem alam tidak seimbang. Hal ini yang menyebabkan Bangka Belitung mengalami kerusakan keanekaragaman flora dan fauna serta kekeringan saat musim kemarau dan degradasi hutan sehingga hasil pertanian menurun, apalagi banyak petani yang malah menambang. Beberapa kawasan tererosi, sungai-sungai terabrasi. Sungai pun meluap ketika hujan. Apalagi, tailing yang dibuang ke sungai mengakibatkan kerusakan ekosistem sungai dan kematian beberapa biota perairan termasuk kerusakan terumbu karang karena mengandung berbagai logam berat, seperti tembaga, timbal atau timah hitam, merkuri, seng, dan arsen. Fungsi ekologi hutan pun hilang sehingga mengakibatkan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Pencemaran air akibat pertambangan juga mengakibatkan krisis air bersih dan tingginya harga komoditi perikanan dan pertanian.
Lihatlah fakta-fakta kerusakan lingkungan yang muncul di Pulau Bangka. Penggunaan alat berat pada tambang rakyat sangat mengkhawatirkan. Lihatlah fakta dari hasil penelitian Institut Teknologi Bandung (ITB), dimana daerah yang dikhawatirkan akan mengalami rusak berat adalah Daerah Aliran Sungai (DAS) mulai dari Kecamatan Mentok dan Jebus di Kabupaten Bangka Barat, Kecamatan Merawang di Kabupaten Bangka, serta Kabupaten Bangka Selatan. Beberapa areal yang dilindungi pemerintah daerah setempat sedikit demi sedikit telah menjadi tempat masyarakat untuk menambang timah. Demikian juga halnya beberapa areal reklamasi PT Timah Tbk porak poranda karena aktivitas penambangan illegal ini. Tingkat kerusakan lingkungan hidup di beberapa tempat di pulau Bangka sangat mengkhawatirkan, seperti pencemaran air sungai Rangkui di Kota Pangkalpinang, kerusakan hutan lindung di Bukit Menumbing Kabupaten Bangka Barat dan kerusakan sepanjang pantai daerah Tanjung Ratu serta Pantai Rebo di Kabupaten Bangka.
Memang, pertambangan mampu membawa perekonomian masyarakat ke arah yang lebih baik, meski saat ini melesu. Namun, ternyata hal itu tidak signifikan dirasakan masyarakat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik hasil sensus nasional tahun 2010, Provinsi BangkaBelitung merupakan provinisi termiskin nomor delapan di Indonesia. Persentase angka kemiskinan di Bangka Belitung mencapai angka 18,94 persen dari jumlah penduduknya, lebih tinggi dari rata-rata prosentase kemiskinan nasional yang berjumlah 13,33 persen. Bangka Belitung menjadi provinsi termiskin nomor dua di Sumatera setelah Aceh, yang itupun dimiskinkan oleh bencana Tsunami tahun 2004 silam. Sementara keuntungan sebenarnya dari timah sendiri sebenarnya banyak dinikmati oleh orang luar Babel, bahkan luar negeri.
Maka, melihat kerusakan lingkungan yang terjadi di Pulau Bangka, kita sebagai masyarakatnya seharusnya malu dengan kenyataan tadi. Oleh karena itu, kita harus menjaga kelestarian alam di Pulau Bangka, salah satunya dengan cara tidak memperparah kerusakan lingkungan yang sudah parah seperti saat ini.

Penulis: Gusti Ivanda Firhan
 
Sumber:
http://bangka.tribunnews.com/2012/02/17/selamatkan-lingkungan-kita. Diakses pada Kamis, 2 Juli 2015, pukul 10.30 WIB.